Senin, 03 Maret 2014
RPP Kelas Satu dengan Karakter dengan Tema Diri sendiri
Minggu, 09 Desember 2012
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri
Alias : Puti | Puti Guntur Soekarno | Puti Paramathana
Kategori : POLITIKUS
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Senin, 26 Juli 1971
Zodiac : Cancer
Hobby : Membaca
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Guntur Soekarno Putra
Ibu : Henny Guntur
Anak : Rakyan Ratri Syandriasari Kameron, Rakyan Daanu Syahandra Kameron
Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik. Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDIP. Hal tersebut yang membuatnya mantap.
Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno. Bagi dia, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.
Sementara itu, Puti menganggap PDIP itu mempunyai nilai yang pasti. Partai ini yang bisa membawa aspirasi untuk rakyat. Wanita yang hobi membaca ini ingin memperjuangkan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Seperti masyarakat yang masih miskin dan bodoh, kekayaan alam yang dieksploitasi untuk kepentingan bangsa lain dan kondisi bangsa yang diperlakukan sebagai bangsa kuli. Itu bagian dari perjuangan.
Dia menambahkan permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah karakter dan jati diri bangsa Indonesia semakin memudar. Lantaran itu, Puti tak bosan berbicara soal pentingnya memegang teguh Pancasila, sebagai warisan berharga dari para pendiri bangsa. Dia pun terus mendorong pemerintah agar mau memasukkan kembali Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional.
Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic
Tag Yang berhubungan : ir. Soekarno , Megawati Soekarno Putri ,
Taufiq Kiemas ,
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra
Alias : Guruh Soekarnoputra | Guruh
Kategori : HUMANIORA
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Jumat, 13 Februari 1953
Zodiac : Capricorn
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Soekarno
Ibu : Fatmawati
Saudara : Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Kartika Soekarnoputri, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri, Taufiq Kiemas
Menjelang remaja, Guruh membentuk band The Beat-G (tahun 1965) dan merilis album perdananya di tahun 1975 berjudul Guruh Gypsy, yang berisi musik paduan gamelan Bali. Dua tahun kemudian, ia mendirikan organisasi pemuda, Swara Mahardika (berubah menjadi Yayasan Swara Mahardika pada 1987) dan PT Gencar Semarak Perkasa (GSP) pada tahun 1989.
Guruh mengadakan pagelaran untuk menunjukkan ekspresi seninya, antara lain adalah Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I pada 1979, Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II: Untukmu Indonesiaku dan memproduksi film semi-dokumenter Untukmu Indoensiaku (1980), Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra III: Cinta Indoensia Pagelaran Jakarta Week di Singapura (1984), dan Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno IV: Gilang Indonesia Gemilang (1986). Selain itu, Guruh juga pernah menggelar pertunjukkan kolosal 'JakJakJakJak Jakarta' dalam rangka ulang tahun Jakarta ke 462 tahun (1989), Pagelaran Kolosal: Gempita Swara Mahardhika dalam rangka 10 tahun Swara Mahardika (1987).
Sementara itu, peran Guruh di bidang perfilman adalah perannya menjadi ilustrator musik film Ali Topan Anak Jalanan. Ia juga pernah berperan sebagai Sunan Muria dalam film Sembilan Wali (1985).
Terkait dengan kehidupan pribadinya, adik mantan presiden RI Megawati Soekarno Putri ini pernah menikahi seorang penari asal Uzbekistan, Sabina Guseynova pada 20 September 2002 di Tashkent, Uzbekistan. Dalam perkawinannya itu, Guruh menyerahkan Al-Quran, Buku Di Bawah Bendera Revolusi dan Buku Otobiografi Presiden Soekarno sebagai mas kawin. Namun perkawianannya tak berusia lama dan kini kembali sendiri.
Lama tak terdengar kabar ia menjalin kasih, pada awal November 2009, Guruh tampak mesra ditemani seorang wanita yang diketahui bernama Evasari Gabrielle Silalahi, atau biasa dipanggil Eva, sosok wanita selama dua tahun terakhir telah dekat dengannya.
Taufiq Kiemas
Alias : Kiemas | Taufik
Kategori : POLITIKUS
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Minggu, 31 12 1942
Zodiac : Capricorn
Warga Negara : Indonesia
Anak : Puan Maharani, Muhammad Prananda, Muhammad Rizki Pratama
Istri : Megawati Soekarnoputri
Saudara : Soekarno, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra
Politikus Indonesia yang pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI ke-5 ini sempat menjadi anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk daerah pemilihan Jawa Barat II, yaitu untuk masa bakti 1999-2004 dan 2004-2005.
Taufiq aktif berorganisasi di bawah bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang didirikan istrinya, Megawati. Saat ini,politisi yang juga pernah menjabat sebagai ketua GMNI ini menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-12 untuk masa bakti tahun 2009 hingga 2014. Jabatan ini diemban Taufiq merangkap sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P.
Tepat bersamaan dengan ulang tahun ke -60, Taufiq Kiemas meluncurkan sebuah buku yang ditulisnya sendiri. 'Tanpa Rakyat Tak Berarti Apa-Apa', demikian judul buku tersebut, berisi pikiran-pikiran Taufiq Kiemas yang dilengkapi dengan pemikiran para cendekiawan, kerabat, sahabat-sahabat dan juga lawan politik Taufiq. Dalam buku ini Taufiq menunjukkan cara pandangnya yang berpedoman pada asas kerakyatan. Cerita lengkap tentang hidup Taufiq juga bisa ditemukan dalam buku ini, termasuk kisah penangkapan puluhan aktivis GMNI Palembang setelah tragedi tahun 1965 di mana Taufiq termasuk di dalam puluhan aktivis tersebut. Bagaimana Taufiq bertemu dan menjalin cinta hingga menikah, serta pengalaman mendampingi sesama politikus Indonesia sekaligus mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dalam belantikan politik nusantara juga dikisahkan Taufiq di dalam buku ini.
Riset dan analisa oleh Somya Samita
Megawati Soekarnoputri
Alias : Megawati | Mega
Kategori : POLITIKUS
Agama : Islam
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Minggu, 23 Februari 1947
Zodiac : Aquarius
Saudara : Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra
Anak : Puan Maharani
Suami : Taufiq Kiemas
Sabtu, 08 Desember 2012
Soekarno
Alias : Bung Karno | Pak Karno
Kategori : POLITIKUS
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Sabtu, 6 Juli 1901
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia
Saudara : Taufiq Kiemas
Ayah : Raden Soekemi Sosrodihardjo
Anak : Megawati Soekarnoputri, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, Guntur Soekarnoputra, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Taufan Soekarnoputra , Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan, Kartika Sari Dewi Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri
Ibu : Ida Ayu Nyoman Rai
Istri : Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS. di Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh H.O.S. Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya. Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.
Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil. Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr. Soetomo). Algemene Studie Club merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927. Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.
Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan,, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang. Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.
Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl.Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia. Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia. Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota.
Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati. Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, dimana kemudian dikeluarkan Resolusi No. 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan. Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947 Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran. Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata, dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia. Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir. Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.
Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan. Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karenamenilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
Sikap Soekarno yang menolak membuabarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden. Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No. IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No. XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden berhalangan. Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.
Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
Ir. Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir.Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir.Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.
Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh
Selasa, 13 November 2012
Contoh RPP Bahasa Indonesia Kelas IV Berkarakter

|
Tahap
Pelaksanaan
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Kegiatan
Internalisasi Nilai PBKB
|
Nilai
Yang Ditanamkan
|
|
Pertemuan I
Pendahuluan
15 Menit
|
1.
Guru
menkondisikan siswa agar benar-benar siap untuk berdo’ dan siap untuk belajar
2.
Guru
membimbing siswa berdo’a dengan tertib
3.
Memotivasi
dan apersepsi dengan melihatkan contoh gambar denah rumah (gambar terlampir)
|
·
Siswa
diajak mengamati denah lokasi tempat tinggal
·
Guru
menanyakan kepada siswa seputar denah yang diamati
|
·
Religius
·
Berani
|
|
Kegiatan Inti
40 Menit
|
·
Eksplorasi
1.
Guru
membentuk kelompok diskusi berdasarkan kemapuan siswa
2.
Siswa
melakukan pengamatan gambar model denah rumah untuk mengidentifikasi cara
menuju kerumah dari sekolah didepan kelompok lain
3.
Siswa
mencatat hasil pengamatannya dalam lembar pengamatan yang telah disediakan
·
Elaborasi
1.
Siswa melakukan
diskusi membahas hasil pengamatan yang telah dicatat dalam lembar pengamatan
2.
Siswa
melaporkan hasil diskusi kelompok melalui diskusi kelas
3.
Secara
bergantian kelompok lain memberikan tangggapan
4.
Masing-masing
kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi kelompoknya
·
Konfirmasi
1.
Berdasrkan
hasil diskusi kelompok siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui
dan menujukkan arah dari rumah kesekolah atau sebaliknya
2.
Guru
memberikan penguatan terhadap pendapat sesuai kemapuan siswa
|
·
Guru
membimbing siswa untuk melakukan pengamatan dengan teliti,tekun dan
bertanggung jawab
·
Guru
mengajak siswa untuk saling bekerjasama dalam melakukan pengamatan
·
Guru
mengajak siswa untuk saling menghargai pendapat teman dalam berdiskusi
·
Guru
menunjukkan sikap adil terhadap siswa
yang mengajukan pertanyaan
·
Guru
memberikan penjelasan akan penting kemandirian dalam bekerja
|
·
Perhatian
(respect)
·
Tekun
·
Bertanggung
Jawab
·
Bekerjasama
·
Bertanggung
jawab
·
Kerjasama
·
Rasa
hormat dan perhatian ( respect )
·
Saling
menghargai
·
Mandiri
|
|
Penutup
25 Menit
|
§
Guru
membimbing siswa membuat rangkuman
§
Guru
merefleksi proses pembelajaran yang sedang dilaksanakan
§
Guru
memberikan penilaiaan hasil kinerja
|
|
·
Tanggung
jawab ( responsibility )
·
Kerjasama
|
|
Mengetahui,
Kepala Sekolah
H.Syaripuddin, S.Pd
NIP.19630603 198405 1 005
|
|
|
Kuaro, .........................2012
Guru Kelas
Aris Winarno
NIPTT. 19891210 200907 1 003
|
Powered By Aris Wong Elek
Rabu, 12 Oktober 2011
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
1. Identitas
Satuan Pelajaran : MTs
Kelas/Semester : VIII/II
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit (2 kali pertemuan)
2. Standar kompetensi (SK)
10. Mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler
3. Kompetensi Dasar
10.2. Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun
4. Indikator Pencapaian Kompetensi
A. Menyimpulkan tata cara proktokoler pembawa acara dalam berbagai acara
B. Membuat susunan acara
C. Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan bbenar serta santun sesuai dengan konteks acara
5. Tujuan Pembelajaran
A. Siswa mampu menyimpulkan tata cara proktokoler pembawa acara dalam berbagai acara
B. Siswa mampu membuat susunan acara
C. Siswa mampu membawakan acara dengan bahasa yang baik dan bbenar serta santun sesuai dengan konteks acara
6. Materi Ajar
Membawakan acara adalah menyampaikan susunan acara kepada peserta atau hadirin yang mengikuti acara. Dalam membawakan acara, kita harus menyesuaikan sikap kita terhadap acara yang sedang dijalani. Artinya, kita dapat membedakan sikap saat membawakan acara yang sifatnya gembira, sedih, dan khidmat.
Membacakan acara harus dilakukan dengan baik. Terkadang, sebuah kesuksesan pacara ditentukan oleh seorang pembawa acara. Maka itu, dalam membawakan sebuah acara perlu memperhatikan beberapa hal. Adapun hal yang perlu kita perhatikan dalam membawakan sebuah acara antara lain berikut.
1. Penggunaan bahasa yang santun dan komunikatif
2. Mengucapkan salam, ucapan terimakasih, serta sapaan dengan tepat.
3. Menyampaikan acara sesuai urutan acara dengan benar
4. Menumbuhkan kesan berkomunikasi dengan hadirin atau peserta
5. Menerapkan intonasi dan artikulasi yang tepat.
7. Metode Pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Pemodelan
3. Diskusi
8. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Awal
A. Guru mengecek kesiapan siswa, ruang belajar siswa, dan media yang akan digunakan dalam peroses belajar mengajar
B. Guru menyampaikan sebuah kalimat pancingan tentang membawakan acara
C. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang membawakan acara
D. Guru dan siswa bertanya jawab tentang membawakan acara
Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
· Guru memperlihatkan pada siswa cara membawakan acara yang baik
· Guru mempraktekkan di depan kelas bagaimana membawakan acara dengan baik
· Guru membagikan teks berita pada siswa
b. Elaborasi
· Guru meminta siswa maju ke depan kelas untuk mempraktekan cara membawakan acara
· Guru meminta siswa mengomentari cara membawakan acara yang diperlihatkan oleh siswa
c. Konfirmasi
· Guru menilai siswa satu persatu yang telah maju ke depan kelas
· Guru mengumumkan pembaca yang terbaik
Kegiatan Penutup
A. Guru membuat kesimpulan atau rangkuman sendiri, bersama siswa atau meminta siswa membuat kesimpulan
B. Guru memberikan tindak lanjut (PR, praktik dan lain sebagainya)
9. Penilaian Pembelajaran :
Soal Essay :
| No
| Contoh soal | Nilai / skor |
| 1 | Apa yang dimaksud dengan membawakan acara! | 20 point |
| 2 | Mengapa dalam membawakan acara harus dapat menyesuaikan sikap! | 40 point |
| 3 | Sebutkan hal yang harus diperhatikan dalam membawakan sebuah acara!
| 40 point |
Catatan : Total benar keseluruhan adalah 100 point
![]()
Soal mandiri :
1. Tentukanlah sebuah acara, baik resmi atau tidak resmi
2. Buatlah sebuah teks berisi susunan acara
3. Mintalah apresiasi dari teman dan gurumu berkenaan dengan penyampaianmu dalam membawakan acara tersebut
11. Sumber Belajar
Buku teks pelajaran, pengarang Nurhadi, Dawud dan Yuni Pratiwi. Tahun 2005 Judul “Bahasa dan Sastra Indonesia”, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, viii, 277 hlm.